Tapi?
kalian pernah ga sih, merasa males yang bener-bener males banget untuk melakukan apapun. tapi hati berteriak untuk "gaboleh gini, gaboleh gini". tetap saja badan menolak, ia lantas selalu memilih istirahat saja. pada akhirnya, menyesal juga karena sadar, di saat kita malas-malasan ada sejuta orang sedang berlari pada posisi kita bahkan lebih. kita tertinggal, dan membuat kita tambah malas saja. bukannya semangat tapi malah down.
pernah ga sih ? hidup kalian kebanyakan kata tapi?. kenapa tugasnya belum dikerjakan ? iya kemarin sibuk, tapi itu bukan alasan banyak orang yang lebih sibuk. kenapa ga mulai-mulai untuk berkarya ? iya nih fokus kuliah dulu. tapi heyyy liat tuh anak kecil udah bawa emaknya ke Makkah. kenapa si harus ngeluh mulu ? hati juga cape kali, kali-kali. tapi, bener juga ngapain ngeluh anak kecil di pinggir jalan aja tetap semangat. Dan banyak contoh-contoh lainnya. hmmm seringkali kata tapi menjadi perenungan setelah alasan yang diwakili kata karena. tapi seringkali, akhirnya ya jadi alasan-alasan juga. haduu kenapa dari tadi banyak nulis tapi si ?
pernah ga ngerasa sendiri ? sedih, marah, kecewa, mau teriak, mau kaya, mau pulang kampung, mau diperhatiin, cape, muak, dibebanin semuanya jadi satu deh. gaada yang ngerti, gaada yang peka, semuanya seperti salah deh di mata ini.
inginnya sih didengar, tapi kebanyakan teman saat kita bercerita malah membandingkannya dengan cerita versi kehidupan dia. ingin didengar malah jadi pendengar juga pada akhirnya. "baiklah,tetap berbaik hati, nanti aku curhat ke kertas aja," itu yang sering aku katakan ke diri sendiri.
sering banget diri ini ingin mengeluh. tapi suka malu sama usaha yang belum seberapa, banyak yang lebih sulit, rumit. kamu belum apa-apa, bersyukur aja terus jangan berhenti. pada akhirnya sebaik-baik pengingat adalah diri sendiri.
Nah itu, sebenarnya kata tapi yang sering kita ucapkan sebagai pembenaran atas apa yang kita lakukan itu timbul dari diri kita sendiri yang belum menerima apa yang bisa diri kita lakukan. Sederhana, kalau kalian Damai dengan diri sendiri, sadar akan apa yang kalian sukai, tidak menyesal ketika meninggalkan sesuatu demi yang disukai, kalian pasti akan damai tidak banyak alasan. Apapun yang orang lain tanyakan maupun ucapkan, kalian akan tetap dengan diri sendiri dan nyaman.
Aku gatau nulis apa si ini wkwk. Tulisan yang udah lama ke simpen d draft. Hee, semoga mengerti dan bermanfaat ya. Jangan lupa berdamai dengan diri sendiri ☺
pernah ga sih ? hidup kalian kebanyakan kata tapi?. kenapa tugasnya belum dikerjakan ? iya kemarin sibuk, tapi itu bukan alasan banyak orang yang lebih sibuk. kenapa ga mulai-mulai untuk berkarya ? iya nih fokus kuliah dulu. tapi heyyy liat tuh anak kecil udah bawa emaknya ke Makkah. kenapa si harus ngeluh mulu ? hati juga cape kali, kali-kali. tapi, bener juga ngapain ngeluh anak kecil di pinggir jalan aja tetap semangat. Dan banyak contoh-contoh lainnya. hmmm seringkali kata tapi menjadi perenungan setelah alasan yang diwakili kata karena. tapi seringkali, akhirnya ya jadi alasan-alasan juga. haduu kenapa dari tadi banyak nulis tapi si ?
pernah ga ngerasa sendiri ? sedih, marah, kecewa, mau teriak, mau kaya, mau pulang kampung, mau diperhatiin, cape, muak, dibebanin semuanya jadi satu deh. gaada yang ngerti, gaada yang peka, semuanya seperti salah deh di mata ini.
inginnya sih didengar, tapi kebanyakan teman saat kita bercerita malah membandingkannya dengan cerita versi kehidupan dia. ingin didengar malah jadi pendengar juga pada akhirnya. "baiklah,tetap berbaik hati, nanti aku curhat ke kertas aja," itu yang sering aku katakan ke diri sendiri.
sering banget diri ini ingin mengeluh. tapi suka malu sama usaha yang belum seberapa, banyak yang lebih sulit, rumit. kamu belum apa-apa, bersyukur aja terus jangan berhenti. pada akhirnya sebaik-baik pengingat adalah diri sendiri.
Nah itu, sebenarnya kata tapi yang sering kita ucapkan sebagai pembenaran atas apa yang kita lakukan itu timbul dari diri kita sendiri yang belum menerima apa yang bisa diri kita lakukan. Sederhana, kalau kalian Damai dengan diri sendiri, sadar akan apa yang kalian sukai, tidak menyesal ketika meninggalkan sesuatu demi yang disukai, kalian pasti akan damai tidak banyak alasan. Apapun yang orang lain tanyakan maupun ucapkan, kalian akan tetap dengan diri sendiri dan nyaman.
Aku gatau nulis apa si ini wkwk. Tulisan yang udah lama ke simpen d draft. Hee, semoga mengerti dan bermanfaat ya. Jangan lupa berdamai dengan diri sendiri ☺
Komentar
Posting Komentar