Selamat Ulang Tahun 11 Januari
11 Januari di 11 Februari
Aku memikirkannya, dan aku menulis ini.
Selamat panjang umur kamu di satu bulan yang lalu. Di hari di mana aku berfikir, haruskah memulai mengetikkan seucap doa atau haruskan aku menelfonmu untuk membisikkan banyak semoga.
Aku kalah, pada akhirnya aku hanya terduduk memikirkan bagaimana rasa ini harus terjauh dari yang tidak seharusnya. Aku memilih mantap menitipkanmu pada rangkaian doa yang aku panjatkan dalam sujud. Aku menyerahkanmu dan seluruh perasaanku agar dilupakan saja dalam wujud luapan tangis. Ya, aku hanya cukup mengingatmu yang terlalu indah untuk ku sapa.
Tapi hari ini, aku ingin sekali menyapanya. Bagaimana jika tanpanya aku takkan sekuat hari ini. Meski kadang masih sering terkujur, tapi bahkan rasaku masih tak terukur. Luka yang terus tergerus mengantarkanku pada dingin yang tenang. Aku tak kesepian senjaku, banyak kesulitan menanti, aku mungkin hanya sibuk berlari.
Bagaiman denganmu? Di sela perjalanan seringkali aku menoleh, apa kabar ? Baikkah harimu? Bagaimana sepotong senja berangsur menjadi malam Dan bayanganmu yang hadir ditelan kenyataan. Pada akhirnya aku hanya melangkah lagi perlahan. "Itu yang dia mau" gumamku.
Aku melakukan banyak hal tanpanya tapi masih dengan angan bersamanya. Hal yang sedikit dirisihkan oleh fikiranku tapi cukup berdamai baik bersama hatiku. Hal yang kucoba terima dalam kenyataan ini.
Berteriak dalam hati ketika mendaki, terpejam berdoa ketika di hadapan lautan. Menapaki satu persatu tangga kehidupan, bersama gelak tawa dan tangis asa. Tak lain hanya untuk mendamaikan semuanya.
Selamat ulang tahun meski terlambat
Bunga matahari itu, terimakasih aku senang, meski aku tidak tahu bagaimana cara bertermakasih. Meski aku kebingungan harus membahas apa. Terimakasih untuk sapa itu, untuk ingatanmu akan aku, dan atas benteng yang telah kamu robohkan (lagi).
Aku tetap akan bilang, aku menikmati prosesnya.
Pernah di suatu malam, saatku hanya merasakan banyak kehilangan yang teramat dalam. 2020 saksi proses meluluhlantakkan hati dan jiwa. Doaku setiap sebelum tidur hanya meminta-Nya bangunkan aku dalam keadaan lebih baik dari hari itu.
Setiap malam hanya itu.
Selamat ulang tahun meski tidak tepat waktu,
Tak ada yang terlambat bukan? Aku senang bisa mengenalmu. Membawaku pada banyak hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, tentang sebuah perpisahan, penerimaan, dan kekuatan.
Aku berdoa umurmu panjang, langkahmu dikuatkan, doamu dikabulkan, dan perjuanganmu tuntas membawamu pada hal yang ingin kamu tuju. Apapun, jangan pernah menyerah yaa.
Aku juga selalu berharap tidurmu nyenyak. Agar bisa tenggelam sejenak rasa lelah itu. Kapanpun kamu merasa tak punya tujuan, pejamkan mata indah itu. Jika kamu temukan masih ada aku di sana, doakan aku. Jika belum cukup sapa aku di mana saja. Aku akan berusaha merasakannya.
Bagaimana? Ini ucapan ulang tahun yang aneh bukan? Jika suatu saat kamu baca ini, aku harap ada hal yang masih sama-sama bisa kita perjuangkan. Apapun itu. Lulus brng misalnya, hehhe.
Entah kebetulan atau bagaimana, mlm sebelum tulisan ini ku upload, aku menilik kembali riwayat chat sebelum semuanya berubah, di saat yg sama kamu kabari aku akhir Februari ada kemungkinan kita satu kota. Kota kita, lancar sampai waktu itu tiba yaa.
-Tia- <3

Selamat ulang tahun
BalasHapus