Salah,
Ciputat, 25 maret 2019
“kangeeen”. Kata itu sebuah rengekan tatkala ia sedang menikmati secangkir kopi sambil memainkan handphone di tangannya. “hmmm” air matanya menetes ‘tes’ satu ‘tes’ dua. yang ada di layar hpnya ternyata adalah yang ia panggil ‘dia’ dalam hidupnya. Sudah lama mereka memutuskan untuk tidak bertatap kabar. Setelah pesan beberapa minggu yang lalu.
“kamu ada masalah?,” ucap si cewek
“iya. Tapi aku belum bisa cerita ke kamu,” jawabnya
“gapapa ko. Tapi yang harus kamu tahu, tidak semua masalah bisa kamu pendam sendiri. Ada beberapa hal yang harus kamu bagi, ada hal yang harus kamu berkata jujur meskipun itu menyakitkan untuk lawan bicaramu atau untuk diri kamu sendiri,” balas si cewek panjang lebar
“iya, tapi aku belum bisa cerita,” jawabnya lagi
“yaudah, aku tunggu yaa,” jawab si cewek akhirnya. Ceklis dua biru, apa artinya? Ya, chat itu ga di bales sampe beberapa minggu ke depan.
Hari-harinya ia (si cewek) lalui dengan biasa saja, sangat biasa bahkan. Ia tetap tersenyum walaupun hatinya sangat lara, Ia tetap berjalan meski sebenarnya ia takut, ia tetap ingin melanjutkan mimpinya meski sebenarnya mimpi itu sangat sulit diraih.
Baginya, selama ini mimpi terdekatnya ialah bersama dia yang kini sedang membuatnya terluka. Baginya, orang yang membuatnya berani selain kedua orang tuanya, adalah ia yang saat ini sedang mengikis habis hatinya. Baginya, teman yang bisa sekaligus menjadi sahabat, kakak yang perhatian adalah dia yang saat ini sedang berusaha pergi dengan cara yang dianggapnya baik.
Ia ingin membencinya. tapi selalu saja ketika itu yang diinginkan hatinya,fikirannya justru berbalik selalu mengingatnya. Ia ingin pergi, tapi baginya pergi bahkan disaat perasaanya belum tuntas adalah suatu perbuatan yang pengecut. Ia bimbang, apa sebenarnya kejutan yang sedang dipersiapkan lelakinya? Ia sudah bisa menduga. Dari awal, cintanyalah yang salah.
Ia selalu berfikir, jika ia melakukan pengorbanan yang lebih
besar yang jarang orang lain lakukan, bahagia yang didapat juga akan besar. Seperti
apa? Kalau kalian tau, bagaimana cinta yang tanpa sebuah ungkapan? Bagaimana itu
disebut cinta padahal salah satu pihak hanya selalu memberi kabar tanpa tau
sebenarnya itu harapan atau bukan? Bagaimana disebut hubungan bahkan jarak baru
mempertemukan mereka hanya satu kali?. Dan banyak bagaimana-bagaimana lainnya. Tapi
ya itulah pengorbanan baginya. Sekalipun yang ia anggap lelakinya sering
mengabaikannya, ia percaya cinta akan ada jika ia tetap berjuang.
Kadang, Aku ingin
menertawakannya. Memangnya perasaan itu semudah itu? Padahal dia bisa bahagia. Tapi
begitulah yang sering ia ceritakan padaku.
Kita tidak bisa hanya mengambil kesimpulan dari sudut
pandang diri sendiri. Bisa jadi, apa yang kita lihat sangat menyakitkan dan
menyedihkan itu adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seseorang. Sebutlah dalam
cerita ini, si cewek.

maaf nih telat beberapa tahun🙂 bukan cinta kakak yg salah, hanya saja salah menaruh cinta itu,
BalasHapusmenemukan orang yg tepat semua hal yg kakak anggap salah akan terbalas dengan kepuasan hati yg menjadikan itu benar