Yang Telah Usang -Part 1




“aku janji, kita harus ketemu lagi suatu saat nanti”. Kalimat yang sama yang aku utarakan berulang-ulang. Setelah seharian berkeliling kota kembang, kami memutuskan untuk berteduh di saung. tepat di bawah pohon raksasa alias pinus. Iya kami berkeliling ditemani hujan yang tidak bisa dikompromi.

“iya anak kecil,” senyumku tak pernah pudar. Ini pertemuan pertama kami setelah perkenalan maya yang cukup lama. “kamu suka hujan?” lanjutnya.

“iya, aku suka hujan. Kamu tau apa yang lebih indah dari hujan?”. Tanyaku balik.

“engga ada”. Jawabanmu sotoy sekali

“ada. Kamu, kamu lebih indah dari hujan ini”. Kamu menatap lurus mataku “biasanya aku bersama rindu padamu saat hujan. Tapi saat ini aku dan kamu di bawah hujan yang sama”. Jawabku tersenyum. Kamupun tersenyum, manis sekali. Akupun tidak menyangka seorang aku bisa bicara seperti itu, menyampaikan isi hati dengan begitu sampai.

“aku gajanji kita akan terus begini. Semoga Alloh tidak membolak-balikan hati kita yaa”. Iya aku tetap tersenyum, bagaimana dia menatapku, memperlakukanku dan berbicara padaku, aku terlalu bahagia untuk tidak tersenyum. “anak kecil, belajar yang bener gausah permasalahkan rindu. oke”. Senyumku luntur, dia selalu memanggilku anak kecil.

Ya ya ya ya, hhe gimana gimana? Ngga gimana-gimana ya, aa yang penasaran kelanjutannya? besok ya (bayangin aja aku senyum) gapapa saat ini, semua ini belum apa-apa. Tapi aku ingin jika suatu saat blog ini, atau tulisan ini sudah besar (emangnya apaan? haha), kalian ada menjadi salah satu saksi J bantu aku berjuang yuk J

Komentar

Postingan Populer