Kataku, malam ini
Malam,
Hai malam, selamat datang bulan beserta jajaran bintang lainnya. Selamat berbahagia kalian yang sedang tertawa semoga bukan tawa luka yaaa. Hai kamu, yang masih setia ambigu dengan hobby membuat seseorang menunggu tanpa memberi kepastian. Aku yakin hatimu selembut kapas, ingin terbang tanpa melukai seseorang. Maka dari itu kamu mendiamkan sebongkah hati dengan iming-iming akan kembali padahal ingin sekali beranjak pergi. Semoga orang-orang tidak seapes hati itu. Dan buat laki-laki di luar sana semoga tidak sekejam itu. Heh, kamu harus tau sesakit apapun kejujuran itu harus diutarakan.
Aku sadar sekali, kita bukan apa-apa. hanya kata ‘kita’ yang
sama sekali tidak ada artinya. Aku paham betul, aku hanya anak kecil yang sedang
berjuang mencari hidup. Hanya satu butir telur yang sedang mencoba untuk
menetas dengan sempurna. Anda itu yang saya percaya sebagai telur yang sudah
menetas dan akan menjadi teman saya suatu saat nanti. Hehe ternyata kenyataan tak seindah ekspektasi.
Aku mempunyai mimpi, suatu saat aku bisa menjadi penulis
hebat seperti Habiburrahman dengan novel romansa mesirnya, Gitasav yang
menceritakan hidupnya, Fiersa Besari dengan lika liku kehidupan dan
pengalaman-pengalamannya. Dan banyak lagi penulis-penulis hebat yang lain yang
membuat aku berkata ‘aku ingin menjadi seperti mereka suatu saat nanti’.
Dalam khayalanku, cerita
pertamaku nanti, ya tentang kita. Bagaimana sulitnya mempertahankan kata ‘kita’
saat kata cinta benar-benar dijaga, saat jarak menjadi hal yang tak biasa, dan
saat aku memilih tujuan hidup yang aku tau resiko terbesarnya adalah
melepaskanmu. tapi kita mampu melalui itu, menantang bukan ceritanya? Tapi baru
saja kakiku beranjak semester genap pertama, kamu sudah menunjukan betapa
lelahnya dirimu. Sayang, aku juga sama lelahnya seperti dirimu tapi aku tetap
membela kata ‘bersama’. Aku bahkan berjanji pada diriku sendiri akan cepat
menyelesaikan ini semua. Tapi namanya manusia, Alloh maha membolak-balikan
hati, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa diubah seberapa kerasnyapun
berjuang. Hati kamu. Jika inginmu begini, silahkan aku akan diam. Tapi tolong
jangan diam saja dengan pelan-pelan pergi, bicara! Komunikasi, agar istilahnya
kamu bukan membunuhku tapi aku belum mati. Bilang sekalian, membuat terluka
lagi tidak akan membuatku punah, paling hatiku saja yang menyerah. Aku sudah
biasa,.
#teneeL
Hehe gimana nihh, malam minggu
curhat lah yaaa daku
sedang tidak mempunyai inspirasi, kalian boleh comment aku harus share tentang
apa nih keesokannya. semoga suka,ambil hikmahnya ya kalo ada. Ingat !! jangan mau seperti aku, kalian harus bahagia. Keep
smile, semangat dan selamat berjuang.
cayooo

Assyiiaap Malam ini ku merindukanmu😊😊❤
BalasHapusUuuu totweet🐒😃. Rinduku malam ini padamu, dan penjara suci itu
BalasHapusAh she up😄 Senja di sore hari🌺
BalasHapusSenjaaamu😘😃
BalasHapus