30 HRDC Day 8 : Makhluk Bernama Ibu
Assalamualaikum guys. Selamat siang menjelang sore sahabatii,
Matahari saat ini rasanya menyengat sekali mambakar sedikit demi sedikit semangat para sopir angkot. Jalanan juga padat merayap saling selip menyelip mendahului. tak sedikit penumpang angkot sore itu terbawa emosinya.
Iya, aku sedang berada di angkot yang akan mengantarkan aku dan temanku ke sebuah pusat perbelanjaan. Katanya sih di sana murah, kita buktikan.
Di sebelah ku duduk seorang ibu bersama kedua anaknya, yang satu masih balita. Ia digendong mungkin belum genap 1 tahun, nampaknya dia amat kepanasan. Baju yang dipakainya sampai basah oleh keringat. Anak yang satu lagi sepertinya sudah menginjak kelas 4 SD. Dia membantu ibunya membawa satu kantong besar berisi baju nampaknya. Tangan kanan ibu itu, memegang sebotol susu yang sedang diberikannya kepada si kecil.
Aku sempat mendengar ibu itu berbicara. Bahasanya tidak asing. Iya ibu dan anaknya itu berbahasa Sunda. Bahasa daerahku. Aku sempat mendengar percakapannya dengan putrinya mereka membahas baju yang barusan dibelinya. Ya, sepertinya seperti itu. Karena tak lama, sang ibu menunjuk baju di toko lain dan bilang baju di toko yang tadi tidak ada baju Koko dengan saku seperti di toko yang barusan dilalui.
Angkot yang awalnya hanya ada lima orangantara aku, temanku, dan ibu beserta dua anaknya, dalam sekejap telah ramai oleh segerombolan remaja berpakaian putih abu, mau tidak mau kita jadi berdesak desakan di teriknya matahari kota. Anak terbesar si ibupun mengalah, dia terjepit di tempat duduknya. Akhirnya memilih untuk dipangku ibunya. Aku tersenyum, ibu itu menunjukkan wajah lelahnya, keringat di dahi yang terus bermunculan, bahu kiri yang pegel mungkin karena mengais si kecil. Ditambah lagi, ada si Kakak di pangkuan. Mulia sekali makhluk yang bernama ibu. Aku jadi teringat ibuku, mungkin jika dekat, ibuku juga akan tetap tersenyum meski wajahnya menunjukkan lelah. Sungguh, makhluk bernama ibu adalah segalanya.
Eehhh aku sudah sampai di tujuan. Aku tak bisa membersamai si ibu. Sekian dulu yaaa. Terimakasih sudah mau berkunjung.
#Day8
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Love ibuuu. Pengorbanan tiada Tara.
BalasHapus@Nahlatul Azhar hehe jadi rindu ibuu
BalasHapus