30 HRDC Day 1 : Menjumpai Ramadhan Dengan Atmosfer Berbeda
![]() |
| Referensi : Google |
Namaku Tia, Aku tidak pandai berkomunikasi di hadapan kamera, aku jauh dari kata pandai,aku tidak pandai menyusun kata. tapi aku suka menuliskan apa yang sedang aku rasakan. Bagiku, pena yang mengikuti hati akan sampai pada muaranya, dalam bentuk apapun. mau itu kepuasan diri, atau berupa manfaat untuk orang lain. Aku mengikuti sebuah challenge menulis selama 30 hari di bulan Ramadhan.awalnya, aku berfikir aku tidak akan bisa. Karena peserta yang lain pasti sudah sangat-sangat hebat. Tapi aku berjanji pada diriku sendiri, "aku ingin menjadi blogger yang membahagiakan semuanya". dan kalian tau? aku sering males buat memulai menulis. akhirnya, dengan harapan aku bisa konsisiten nulis selama 30 hari, akan berlanjut menjadi sebuah kebiasaan yang inshaallah positif.
Untuk mengisi konten Blog, aku mengeksekusi beberapa tema. aku gabisa menginspirasi seseorang dengan seseuatu yang aku rangkai menjadi bentuk artikel, aku juga ga jago bikin puisi, yaah akhirnya begini. aku menulis setiap apa yang aku alami. dengan bahasa dan bahasanku yang seadanya. happy Reading :-)
Ramadhan sudah di depan mata, bukan menghitung hari lagi. tapi tinggal menunggu alarm hidup membangunkan kalian dengan bunyi khasnya "sauuuur sauuuuuuuur" contohnya. ahh aku jadi rindu yang kusebut rumah. Di tempatku saat ini,hanya terdengar suara derungan kipas yang sedang mendinginkan suasana. Aku bisa saja menghangatkan suasana, hmm tapi malam ini terlalu kaku untuk banyak bercerita. Aku berada di sebuah tempat yang jauh dari kata tenang, bisa dibilang pusat keramaian adalah di sini. jika esok sudah memasuki bulan suci Ramadhan, berarti sudah terhitung 266 hari aku memutuskan untuk menambah jarak dengan yang kusebut keluarga. itu berarti, tidak akan ada yang memaksaku bangun sahur ketika aku mataku terlelap lagi setelah duduk, tidak ada lagi makanan siap saji, tidak ada yang mengingatkaku ketika aku belum tadarus Al-Qur'an. ya mungkin tetap ada, tapi tetap saja rasanya akan tetap berbeda jika dibangunkan, atau ditegurnya via online. tidak ada yang membahagiakan dari itu semua gengs, tapi ya hidup kan harus berjalan dan semuanya ada resikonya so, aku menikmatinya.
6 tahun aku jauh dari keluarga, baru kali ini memasuki bulan Ramadhan belanja sendiri. berasa dewasa si, tapi gak jadi karena cuma beli mie rebus bukan sekilo daging ayam, satu liter minyak, dan seperangkat bumbu dapur. Tapi tetep seneng ko, nanti aku buat Mie rebus rasa ayam, ada yang tau caranya? komen yak ehehe. Dulu biasany walaupun engga di rumah, Ayah pasti nganterin satu rantang nasi lengkap dengan teman-temannya. sekarang ? dengan sebuah pesan singkat, "jangan lupa sahur ya neng, minum susu jangan lupa," ahh selalu romatis memang.
suasana yang benar-benar berbeda. di tempat yang berbeda dan dengan kegiatan yang harus lebih baik tentunya. meski hati ingin bersua dengan orangtua, tapi ada kewajiban jiwa yang harus dilalui di sini. Setiap hari, harus bisa memperbaiki diri, agar selalu semangat menjalani hari, sampai waktu berkata, saatnya pulang. terdengar menyedihkan memang, tapi aku rasa begitulah kehidupan semua perantau. ah sudahlah-
suasana yang benar-benar berbeda. di tempat yang berbeda dan dengan kegiatan yang harus lebih baik tentunya. meski hati ingin bersua dengan orangtua, tapi ada kewajiban jiwa yang harus dilalui di sini. Setiap hari, harus bisa memperbaiki diri, agar selalu semangat menjalani hari, sampai waktu berkata, saatnya pulang. terdengar menyedihkan memang, tapi aku rasa begitulah kehidupan semua perantau. ah sudahlah-
Tadi aku teraweh bareng kaka tingkat aku di kosan. iya, kita hanya berdua.kakak yang lainnya pulang untuk menuntaskan rindu dan menyempurnakan munggahan bersama keluarga hehe. aku berkuliah di salah satu kampus Islam Negeri di Ciputat, aku kaget sih pas pertama dikasih tahu kating aku kalo di Masjid depan Kampus itu, terawehnya satu malam satu juz, jadi yang biasanya setelah Al-Fatihah itu Surah-Surah pendek, ini diganti sama satu juz, dimulai dari juz 1. Jadi, kalau ngga absen teraweh di situ, secara ngga langsung kita udah khatam Al-Qur'an. cuma mau bilang, jangan dateng teraweh ke yang cepet-cepet aja, sesuai Sabda Rasululloh "jika kalian mendatangi Shalat hendaklah kalian(berjalan) dengan tenang. ikutilah raka'at yang dapat kalian ikutidan sempurnakanlah raka'at yang tertinggal" (HR Bukhari Muslim). soalnya pengalaman, pernah ada yang tidak melakukan Teraweh, pas ditanya kenapa? jawabnya. karena imamnya lama ngimaminnya. Ya Allah, teguran untuk aku juga tentunya. karena masih suka milih-milih masjid.
Selesai Teraweh harus masak buat sahur, yeayy. ceritaku baru segitu di hari ini. besok aku cerita hari-haru esok yaa.
inti dari hari ini, Ramadhan itu bulan mulia, bulan penuh ampunan. Perbanyak Sholawat dan Do'a dimanapun kamu berada tetap sama ko. sambut dengan bahagia, lalui dengan tetap ikhlas dan keep inspiring. nikmati prosesmu, cintai ceritamu, salam teneel. terimakasih ~~
#Day1
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Semangat Neng. Insyaallah belajar mandiri. Wah keren tuh sejuz, jadi pengen tarweh d masjid juga. Tapi masak iya bawa bayiku. Semangat mba! Salam kenal.
BalasHapushehe semangat juga ummi tangguh satu ini, :-) salam buat si dedek bayi he. salam kenal juga ka
Hapusselamat membahagiakan semua
BalasHapusChallange ini bermanfaat buat terus mengasah keahlian menulis kita yaa hihihi
BalasHapusbetul @mama Indri hee
HapusKeren tiaa. Ternyata ikut juga yak. Gk nyangka ketemu anak jl di sini hehe
BalasHapusaihh jadi malu tia. buat belajar ka wkwk
HapusSemangat..ramadan di perantauan
BalasHapusAshiaap ka
HapusLucu pas bagian, aku jadi dewasa tapi gajadi haha serinh kejadian gituu hha
BalasHapusiya atuh da realitasnya hehe. so so pingin dewasa ternyata saur aja kesiangan wkwk. tapi ini proses, semangkuyy
Hapus